Rabu, 05 Desember 2012

TINGKAT KEKERASAN RODA GERINDA

Tingkat Kekerasan Roda Gerinda
                  Istilah tingkatan disini menunjukkan kekerasan relatif dari roda gerinda. Ketahanan ( kekuatan memegang ) batu gerinda adalah kemampuan perekat memegang butiran - butiran pemotong ( pengasah ) melawan pelepasan - pelepasan butiran dalam tekanan penggerindaan.
Kita mengatakan " roda gerinda lunak " apabila perekat mempunyai sifat mudah melepaskan butiran - butiran dibawah tekanan tertentu dan " roda gerinda keras " apabila perekat memegang butiran - butiran dengan kuat, walaupun pada pengerjaan yang berat dan tekanan penggerindaan yang kuat. Kekerasan roda gerinda tidak tergantung oleh kekerasan bahan pengasah tetapi pertama - tama tergantung dari komposisi dan jenis dari perekat. Pada umumnya semakin keras material yang digerinda, semakin lunak roda gerinda yang digunakan. Untuk roda gerinda ber-perekat keramik, tingkatan - tingkatan dari lunak ke keras dinyatakan / ditunjukkan oleh huruf - huruf abjad. Untuk roda gerinda ber-perekat dammar ( dammar sintetis ), beberapa pabrik menggunakan sistem lain.

Macam - macam Perekat
a. Perekat tembikar
              Bahan dasar perekat ini adalah keramik tanah liat, mempunyai sifat tidak mudah berubah walaupun ada pengaruh dari luar dan tahan terhadap air, oli atau perubahan suhu udara, tidak tahan terhadap benturan.
b. Perekat silikat
         Digunakan untuk membuat batu gerinda yang kegunaannya mengasah benda kerja yang sensitif terhadap panas, misalnya pisau fris, bor dan pahat HSS, perekat jenis ini mudah melepaskan butiran.
c. Perekat bakelit

              Sangat cocok untuk menggerinda baja tuang, mengasah gergaji, pembuatan gigi gergaji
d. Perekat karet
             Digunakan untuk menggerinda pekerjaan presisi atau kasar, contoh untuk menggerinda poros engkol
e. Perekat embelau
             Digunakan untuk pekerjaan presisi, tahan terhadap panas rendah
f. Perekat logam
             Untuk mengikat butiran pemotong Boron Nitride dan intan

Jenis - jenis Butiran Asahan
a. Aluminium Oxide
          Digunakan untuk menggerinda benda kerja yang mempunyai tegangan tarik tinggi, misal : baja karbon, baja paduan, HSS, Simbol A
b. Silicon Carbida
           Untuk menggerinda benda kerja bertegangan tarik rendah, misal : besi tuang kelabu, grafit, aluminium, kuningan, carbide. Simbol C
c. Diamond ( Intan )
         Untuk menggerinda benda kerja dengan kekerasan sangat tinggi, contoh : carbide semen, keramik , granit, marmer, batu permata. Simbol D
d. Boron Nitride
           Untuk menggerinda benda kerja yang sangat keras, contoh baja perkakas. Simbol CBN

Struktur Roda Gerinda 
            Struktur roda gerinda ditentukan oleh besar kecilnya volume pori - pori yang terdapat di antara butiran pemotong. Pori - pori berfungsi sebagai ruang/tempat beram dan memperbaiki proses pendinginan.
Macam - macam struktur roda gerinda
a. Struktur terbuka
          Roda gerinda struktur terbuka memiliki ruang antara butiran pemotong lebar, efisiensi pemotongan baik dan digunakan untuk pengasaran
b. Struktur padat
         Roda gerinda struktur padat memiliki ruang antara butiran pemotong kecil, efisiensi pemotongan kurang baik dan digunakan untuk proses finishing
c. Struktur pori - pori
           Roda gerinda struktur pori - pori memiliki struktur pori - pori besar dan jarak antara butiran kecil. Jenis ini sangat efektif dalam melakukan pemotongan.

Spesifikasi Roda Gerinda
           Tujuan adanya spesifikasi dari roda gerinda adalah untuk memudahkan memilih jenis dan roda gerinda yang paling sesuai/paling baik dalam mengerjakan suatu benda kerja tertentu. Apabila kita akan membeli roda gerinda, selain perlu mengetahui identitasnya, kita juga harus mengetahui keterangan tentang ukuran dan bentuknya. Secara lengkap akan tertulis seperti contoh berikut :

300 x 50 x 125 - 19 A 240 M 8 V

Roda gerinda ini mempunyai arti sebagai berikut :


1 komentar: