Senin, 03 Desember 2012

MEMBUBUT RATA,BERTINGKAT,ALUR,ULIR,TIRUS DAN MENGKARTEL


MEMBUBUT RATA, BERTINGKAT, ALUR, ULIR,TIRUS DAN MENGKARTEL

1. Untuk tebal pemakanan yang dalam perlu langkah pengasaran/roughing dengan menggunakan pahat kasar hingga mendekati ukuran yang diminta. Setelah itu sisanya diselesaikan dengan pahat rata.

                                                        Pahat kasar         Pahat rata
                                                         (Roughing)         (Finishing)
2. Membubut Alur
Kecepatan putar mesin untuk proses membubut alur ialah 1/3 dari putaran normal. Pahat digerakkan maju hingga diameter kecil alur tercapai, kemudian dimundurkan, lalu digeser untuk mencapai lebar alur kemudian digerakkan maju lagi hingga ukuran diameter kecil & lebarnya tercapai.

MEMBUBUT TIRUS DENGAN ERETAN ATAS

Ketirusan digunakan untuk bermacam-macam kegunaan bengkel, misalnya untuk pengikatan dan sealing. Pada penggunaan yang umum ketirusan ini sudah dinormalisasikan. Bentuk tirusnya dapat dibuat di mesin bubut dengan 3 perbedaan cara:
1   Membubut tirus dengan eretan atas
2   Membubut tirus dengan menggerakkan kepala lepas
3   Membubut tirus dengan perlengkapan pembubutan tirus
Cara yang pertama digunakan hanya untuk benda yang pendek, tergantung dari panjang gerak eretan atas.
 
Perlengkapan tirus ini terletak pada ujung eretan lintang dan ikut bergeser dengan eretan alas. Membubut tirus dengan taper attachment ini lebih baik dari pada dengan cara menggeserkan kepala lepas.

Kelebihannya :
1. Kedudukan senter bubut tidak berubah sehingga bentuk lubang senter tidak terganggu.
2. Dapat membubut tirus-luar dan tirus dalam dengan gerakan otomatis.

Kekuranganya:
1. Besar tirusnya terbatas
2. Tidak dapat untuk pemakanan tebal

Dengan alat tersebut di atas, dalam pelaksanaannya kita tinggal langsung menyetel sudut ketirusan yang dikehendaki.
Peralatan ini ada yang menjadi satu dengan mesin bubut ada yang terpisah. Peralatan yang terpisah contohnya pada mesin EMCO di SMK PIRI I Yogyakarta. Sedang yang menjadi satu dengan mesin bubut contohnya pada mesin BJ-1640GD

Cara mengatur taper attachment:
Besar sudut yang telah dihitung adalah untuk menentukan kedudukan batang pengantar A. Pada ujung batang ini terdapat garis penunjuk atau tanda yang menunjukkan ke garis-garis pembagian ukuran derajat C. Jika besar sudut telah diperoleh, maka pengaturan taper attachment sebagai berikut:
a. Aturlah kedudukan eretan lintang pada kedudukan bagian yang akan dibubut.
b. Ikatlah kedudukan blok penahan E pada alas mesin dengan menggerakkan baut F
c. Kendorkan baut D dan aturlah batang pengantar A sehingga tanda panahnya menunjuk pada ukuran derajat yang telah ditentukan tadi. Baut D keraskan kembali.
d. Pengikat G dikeraskan kembali.
e. Putarlah eretan lintang ke kanan untuk mengambil tebal pemakanan. Jalankan mesin dan membubut dapat dilakukan secara otomatis.


 
Nama bagian taper attachment:

A = batang pengantar
B = blok pengantar
C = pembagian derajat
   E =blok penahan


Contoh soal:
Diketahui suatu benda kerja yang akan dibubut tirus dengan ukuran seperti gambar. Berapakah besar sudut kemiringannya?
 

KNURLING/MENGKARTEL


Kartel adalah suatu alat yang gunanya untuk membuat alur-alur kecil pada benda kerja. Sedang gunanya dari pada hasil kartelan yaitu :
1. Agar tidak licin/mengurangi kelicinan
2. Memperbesar diameter benda
3. Sebagai dekorasi

Alat ini terdiri dari tangkai dan sepasang gigi, gigi tersebut terpasang pada bagian muka tangkai dan dibuat dari baja yang dikeraskan. Hasil kartelan ini ada yang lurus, miring dan belah ketupat. Ukuran kehalusan gigi/alurnya ditentukan dalam banyak alur tiap inci.
Kartel dipasang pada rumah pahat dan kedudukan setinggi senter.

Cara mengkartel

Sebelum dikartel benda kerja harus dibubut yang halus dengan ukuran 0,2 – 0,5 mm, lebih kecil dari pada ukuran yang sebenarnya.
Langkah selanjutnya:
a. Benda kerja dicekam dan ujungnya ditimpa dengan senter putar
b. Pasang kartel dengan kedudukan setinggi senter
c. Perputaran mesin dengan kerja ganda dan gerakan kartel diatur pada gerakan yang lambat
d. Tempelkan kartel sebelah kanan
e. Jalankan mesin dan kedua gigi kartel harus berputar dan jangan sampai lepas dengan benda kerja
f. Hentikan mesin dan periksa hasilnya:
4   Bila hasilnya halus berarti letak kartel tidak tepat
5   Bila hasilnya percobaan itu baik tambahkan pemakanannya sedikit agar kedudukan kartel tidak berubah dan diulangi sampai membentuk yang dikehendaki
g. Jika sudah sampai batas ukuran yang dikehendaki, hentikan mesin
 

Pembuatan Ulir pada Mesin Bubut

Langkah-langkah yang harus diperhatikan sebelum mulai proses membuat ulir
1. Tentunya macam mesin bubut yang sesuai untuk mendapatkan kisar seperti yang diinginkan dan cocok untuk benda kerja tersebut.
2. Periksa diameter (luar atau dalam) benda kerja
3. Cekam benda kerja
4. Tentukan kisar pada lemari roda gigi poros transportir, atau dengan mengganti roda-roda gigi dari poros transportir
5. Pilih kecepatan potong yang tepat dari lemari roda gigi kecepatan
6. Hitung dalamnya pemakanan untuk ulir
7. Atur kedudukan pahat ulir yang telah digerinda tepat pada pencekam pahat (penggunaan alat pengukur)
8. Gerakkan pembawa (pahat) dengan tangan sepanjang diameter yang akan dibuat ulir
9. Kembalikan pembawa pada posisi semula dan tangkupkan mur belah
10.Hidupkan mesin dan dekatkan pahat ulir sehingga sedikit menyentuh benda kerja. Setelah beberapa putaran, hentikan mesin

1. Skala pada eretan melintang (cross slide) diatur pada kedudukan nol
2. Tarik mundur pahat ulir dari benda kerja
3. Periksa kisar pada celah tipis yang dibuat pada step 10, seperti berikut:

1 komentar: