Sabtu, 08 Desember 2012

K3

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA


A. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Selalu ada resiko kegagalan (risk of failures) pada setiap proses/aktivitas pekerjaan. Dan saat kecelakaan kerja (work accident) terjadi, seberapa pun kecilnya, akan mengakibatkan efek kerugian (loss). Karena itu sedapat mungkin dan sedini mungkin, kecelakaan/potensi kecelakaan kerja harus dicegah/dihilangkan, atau setidak-tidaknya dikurangi dampaknya. Penanganan masalah keselamatan kerja di dalam sebuah perusahaan harus dilakukan secara
serius oleh seluruh komponen pelaku usaha, tidak bisa secara parsial dan diperlakukan sebagai bahasan-bahasan marginal dalam perusahaan. Adapun tujuan penanganan K3 adalah agar pekerja dapat nyaman, sehat dan selamat selama bekerja.
Secara umum penyebab kecelakaan di tempat kerja adalah sebagai berikut:
1. Kelelahan (fatigue)
     2. Kondisi tempat kerja (enviromental aspects) dan pekerjaan yang tidak aman   (unsafe working condition)
    3. Kurangnya penguasaan pekerja terhadap pekerjaan, ditengarai penyebab          awalnya (pre-cause) adalah kurangnya training

4. Karakteristik pekerjaan itu sendiri
5. Hubungan antara karakteristik pekerjaan dan kecelakaan kerja menjadi fokus bahasan yang cukup menarik dan membutuhkan perhatian tersendiri. Kecepatan kerja (paced work), pekerjaan yang dilakukan secara berulang (short-cycle repetitive work), pekerjaanpekerjaan yang harus diawali dengan "pemanasan prosedural", beban kerja (workload), dan lamanya sebuah pekerjaan dilakukan (workhours) adalah beberapa karakteristik pekerjaan yang dimaksud.
Penyebab-penyebab di atas bisa terjadi secara tunggal, simultan, maupun dalam sebuah rangkain sebab-akibat (cause consequences chain). Jika kecelakaan terjadi maka akan sangat mempengauhi produktivitas kerja.
B. Manajemen Bahaya
Aktivitas, situasi, kondisi, kejadian, gejala, proses, material, dan segala sesuatu yang ada di tempat kerja/berhubungan dengan pekerjaan yang menjadi/berpotensi menjadi sumber kecelakaan/cedera/penyakit dan kematian disebut dengan Bahaya/Resiko.
Secara garis besar, bahaya/resiko dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu:
1. Bahaya/resiko lingkungan
Termasuk di dalamnya adalah bahaya-bahaya biologi, kimia, ruang kerja, suhu, kualitas udara, kebisingan, panas/termal, cahaya dan pencahayaan. dll.
2. Bahaya/resiko pekerjaan/tugas
Misalnya : pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan secara manual, peralatan dan perlengkapan dalam pekerjaan, getaran, factor ergonomi, bahan/material, Peraturan Pemerintah RI No.: 74 Tahun 2001, tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), dll.
3. Bahaya/resiko manusia
Kejahatan di tempat kerja, termasuk kekerasan, sifat pekerjaan itu sendiri yang berbahaya, umur pekerja, Personal Protective Equipment, kelelahan dan stress dalam pekerjaan, pelatihan, dsb. Berdasarkan "derajad keparahannya", bahaya-bahaya di atas dibagi ke dalam empat kelas, yaitu :
a. Extreme risk
b. High risk
c. Moderate risk
d. Low risk
Dalam manajemen bahaya (hazard management) dikenal lima prinsip pengendalian bahaya yang bisa digunakan secara bertingkat/bersama-sama untuk mengurangi/menghilangkan tingkat bahaya, yaitu :
1. Penggantian/substitution, juga dikenal sebagai engineering control
2. Pemisahan/separation
a. Pemisahan fisik/physical separation
b. Pemisahan waktu/time separation
c. Pemisahan jarak/distance separation
3. Ventilasi/ ventilation
4. Pengendalian administratif/administrative controls
5. Perlengkapan perlindungan personnel/Personnel Protective
Equipment (PPE).
C. Potensi Bahaya
Pada saat kita melakukan pekerjaan dengan menggunakan mesin bubut, sebaiknya kita tidak memakai baju berlengan panjang yang terlalu panjang dan terlalu lebar, karena ketika kita sedang bekerja dengan mesin bubut dikhawatirkan baju kita akan tertarik oleh alat pemutar pada mesin tersebut,
sehingga akan terjadi hal yang tidak diinginkan.b.Pada saat kita melakukan
pekerjaan dengan menggunakan mesin bubut, sebaiknya untuk wanita yang
berambut panjang, rambutnya diikat agar tidak tertarik oleh alat pemutar. Dibelakang mesin bubut yang berada di lab termal / lab bawah terdapat kabel-kabel listrik yang tidak tertutup sehingga berpotensi menimbulkan bahaya akibat sengatan listrik. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
1. Sumber-sumber bahaya
a. Putaran mesin.
b. Percikan tatar/bram yang sedang dibubut.
  Untuk menghindaripercikan tersebut kita dapat menggunakan kaca mata.
c. Pahat yang tidak kencang pemasangannya akan terlempar dan akan
                 menyebabkan luka yang cukup serius.
2.  Alat pengamanan yang terdapat pada mesin.
a. Gear box untuk melindungi putaran roda mesin agar tidak terjadi       sentuhan langsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar