Rabu, 05 Desember 2012

IDENTIFIKASI BAHAYA


IDENTIFIKASI BAHAYA

KEBISINGAN
  • Bunyi yang didengar oleh tetapi tidak dikehendaki
  • Bunyi ditentukan oleh frekuensi dan intensitas
  • Frekuensi dinyatakan dalam jumlah getaran per detik, satuan Hz
  • Intensitas adalah energi per satuan luas dinyatakan dalam dB (desibel)
Intensitas kebisingan
Tingkat kebisingan
desibel
Batas dengar tertinggi
Menulikan
110
Halilintar- Meriam - Mesin uap
Sangat hiruk
90
Jalan hiruk pikuk
Perusahaan sangat gaduh
Peluit polisi
Kuat
70
Kantor gaduh - Jalan pada umumnya
Radio - Perusahaan
Sedang
50
Rumah gaduh - Kantor umumnya
Percakapan kuat - Radio perlahan
Tenang
30
Rumah tenang - Kantor perorangan
Auditorium - Percakapan
Sangat tenang
10
Suara daun-daunan
Berbisik - Batas dengar terendah


Dampak kebisingan
  • Dampak auditorial (Auditory effects), berhubungan langsung dengan fungsi (perangkat keras) pendengaran, seperti hilangnya/ berkurangnya fungsi pendengaran, suara dering/ berfrekuensi tinggi dalam telinga.
  • Dampak non-auditorial (Non-auditory effects), bersifat psikologis, seperti gangguan cara berkomunikasi, kebingungan, stress, dan berkurangnya kepekaan terhadap masalah keamanan kerja.
GANGGUAN KEBISINGAN PADA KESEHATAN
  • Kerusakan indera pendengaran, ketulian progresif
  • Mula-mula efeknya pada pendengaran sementara, pemulihan cepat sesudah berhenti kerja di tempat bising
  • Kehilangan daya dengar menetap mulai terjadi pada 4000 Hz
  • NAB 85 dB(A)
NILAI AMBANG BATAS
Lama paparan per hari (jam)
Level suara (dB)
8
6
4
3
2
1,5
1
0,5
0,25
90
92
95
97
100
102
105
110
115

INDIKATOR POTENSI GANGGUAN
  • Indikator adanya (potensi) gangguan kebisingan beresiko tinggi diantaranya:
          Terdengarnya suara-suara dering/ berfrekuensi tinggi di telinga
          Volume suara yang makin keras pada saat harus berbicara dengan orang lain
          “Mengeraskan” sumber suara hingga tingkatan tertentu yang dianggap oleh seseorang sebagai kebisingan 

Cara Penanggulangan Kebisingan
  • Ganti mesin lama dengan mesin baru dengan  tingkat kebisingan yang lebih rendah
  • Ganti “jenis proses” mesin (dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah) dengan fungsi proses yang sama, contohnya pengelasan digunakan sbg penggantian proses riveting.
Catatan:
          Pertimbangan-pertimbangan teknis, seperti “welder qualification”, welding equipment, termasuk analisis kekuatan struktur harus benar-benar diperhatikan (re-calculation)
  • Selalu ada resiko-resiko baru yang berhubungan dengan pekerjaan baru (welding), misalnya: resiko karena adanya penggunaan tenaga listrik, panas (high temperature), dan radiasi cahaya. Karena itu perlu juga dikembangkan prosedur-prosedur baru (prinsip pengendalian
  • Modifikasi “tempat” mesin, spt pemberian dudukan mesin dengan material-material yang memiliki koefisien redaman getaran lebih tinggi
  • Pemasangan peredam akustik (acoustic barrier) dalam ruang kerja
  • Pemisahan fisik (physical separation)
          Memindahkan mesin (sumber kebisingan) ke tempat yang lebih jauh dari pekerja
  • Pemisahan waktu (time separation)
          Mengurangi lamanya waktu yang harus dialami oleh seorang bekerja untuk “berhadapan” dengan kebisingan. Rotasi pekerjaan dan pengaturan jam kerja termasuk dua cara yang biasa digunakan 

Alat Pelindung Diri ( APD ) untuk mengurangi efek kebisingan
Penggunaan earplug dan earmuffs

Tidak ada komentar:

Posting Komentar