Kamis, 22 November 2012

SOAL DAN PEMBAHASAN JANGKA SORONG II


No.
Soal
Petunjuk/bantuan (clue) Sebelum Mengerjakan Soal
Penjelasan/pembahasan
Jwb
1.  
Tiga bagian utama dari sebuah alat ukur secara umum yang paling tepat adalah….
a. Sensor, peraba, pencatat
b. Sensor, skala, satuan
c.  Sensor, pengubah, penunjuk
d. Sensor, penunjuk, pencatat
Yang membedakan suatu alat ukur dengan alat ukur yang lain adalah konstruksinya, atau cara kerja alat ukur tersebut. Untuk memahami cara kerja alat ukur akan lebih jelas kalau  diterangkan melalui ketiga komponen utama yang membentuk suatu alat ukur.
 Bagian/konstruksi umum dari suatu alat ukur adalah :
    1.   Sensor         3. Penunjuk/pencatat
    2.   Pengubah                       
c
2.  
Bagian dari alat ukur yang menghubungkan alat ukur dengan benda atau objek ukur atau merupakan peraba dari alat ukur adalah….
a. Pengubah
b. Penunjuk
c.  Pencatat
d. Sensor

Bagian alat ukur secara umum ditunjukkan oleh huruf A, B, dan C
Tiga bagian utama dari sebuah alat ukur secara umum dijelaskan sebagai berikut :
1.  Sensor = bagian dari alat ukur yang menghubungkan alat ukur dengan objek ukur
2.  Pengubah = bagian dari alat ukur yang berfungsi sebagai penerus, pengubah, atau pengolah semua isyarat yang diterima oleh sensor
3.  Penunjuk/pencatat = bagian alat ukur yang mampu menunjukkan besarnya hasil pengukuran
d
3.  
Kestabilan nol (zero stability) merupakan salah satu sifat dari alat ukur. Yang dimaksud dengan kestabilan nol (zero stability) adalah….
a. Selalu berubahnya posisi / bergetarnya jarum penunjuk pada saat dilakukan pengukuran
b. Kemampuan kembalinya jarum penunjuk ke posisi semula (posisi nol) ketika benda ukur diambil
c.  Perubahan harga yang ditunjukkan pada skala atau yang ditunjukkan pada kertas grafik, sedangkan sesungguhnya sensor tidak mengisyaratkan suatu perubahan
d. Kemampuan sistem penunjukan dari suatu alat ukur untuk memberikan suatu angka yang jelas dan berarti
Sifat-sifat umum alat ukur yaitu :
1.   Rantai kalibrasi
2.   Kestabilan nol (zero stability)
3.   Kepekaan (sensivity)
4.   Kenudahan baca (readability)
5.   Histerisis
6.   Kepasifan (passivity) atau kelambatan reaksi
7.   Pergeseran (shifting,drift)
8.   Pengambangan (floating)
Apabila benda ukur diambil seketika maka jarum penunjuk harus kembali ke posisi semula (posisi nol). Kemampuan kembalinya jarum penunjuk ke posisi semula (posisi nol) inilah yang disebut sebagai Kestabilan nol (zero stability).
b
4.  
Selalu berubahnya posisi/bergetarnya jarum penunjuk pada saat dilakukan pengukuran dinamakan….
a. Kepekaan (sensivity)
b. Kenudahan baca (readability)
c.  Pengambangan (floating)
d. Pergeseran (shifting,drift)
Sifat-sifat umum alat ukur yaitu :
1.   Rantai kalibrasi
2.   Kestabilan nol (zero stability)
3.   Kepekaan (sensivity)
4.   Kenudahan baca (readability)
5.   Histerisis
6.   Kepasifan (passivity) atau kelambatan reaksi
7.   Pergeseran (shifting,drift)
8.   Pengambangan (floating)
Pengambangan (floating) adalah sifat umum alat ukur dimana jarum penunjuk selalu berubah posisi/bergetar pada saat dilakukan pengukuran. Semakin peka alat ukur, maka perubahan-perubahan kecil yang dirasakan sensor akan diperbesar oleh bagian pengubah alat ukur. Dalam keadaan ini, jarum penunjuk selalu berubah posisi (bergetar).
c
5.  
Susunan garis-garis sejajar yang jarak antara garis-garis tersebut dibuat sama disebut....
a. Skala              c.   Kecermatan
b. Ketelitian       d.   Kalibrasi
Pada penggaris plastik misalnya, jarak antara garis-garisnya dibuat sama yaitu sebesar 1 mm.
Pada alat ukur terdapat susunan garis-garis sejajar yang jarak antara garis-garis tersebut dibuat sama. Jarak ini memiliki arti tertentu jika dikaitkan dengan alat ukur pada mana digunakan. Susunan garis-garis tersebut dinamakan dengan skala.
a
6.  
Dalam pengukuran, persesuaian antara hasil pengukuran dengan harga sebenarnya (dimensi objek ukur) merupakan hal yang sangat penting. Hal ini diistilahkan sebagai….
a. Ketepatan (precision, repeatibility)
b. Kemudahan baca (readability)
c.  Kepekaan (sensivity)
d. Ketelitian (accuracy)
Bedakan antara sifat umum alat ukur dan hal-hal yang berkaitan dengan kesalahan dalam pengukuran.
Hal-hal yang berkaitan dengan kesalahan dalam pengukuran :
1. Ketepatan (precision, repeatibility)
2. Ketelitian (accuracy)
Adalah persesuaian antara hasil pengukuran dengan harga sebenarnya (dimensi objek ukur).
Kemudahan baca dan kepekaan merupakan contoh dari sifat umum alat ukur :
1. Kemudahan baca (readability)
Yaitu kemampuan sistem penunjukan dari suatu alat ukur untuk memberikan suatu angka yang jelas dan berarti.
2. Kepekaan (sensivity)
Yaitu kemampuan untuk merasakan suatu perbedaan yang relatif kecil dari harga yang diukur.
d
7.  
Berkaitan dengan hal-hal yang dapat menyebabkan kesalahan dalam pengukuran, dikenal istilah ketepatan (precision, repeatibility), yaitu….
a. Kemampuan proses pengukuran untuk menunjukkan hasil yang sama dari pengukuran yang dilakukan berulang-ulang dan identik.
b. Perubahan harga yang ditunjukkan pada skala atau yang ditunjukkan pada kertas grafik, sedangkan sesungguhnya sensor tidak mengisyaratkan suatu perubahan.
c.  Kelambatan alat ukur untuk bereaksi atas adanya perubahan yang dirasakan oleh sensor.
d. Kemampuan jarum penunjuk untuk tetap dalam keadaan stabil ketika benda ukur diambil.
Bedakan antara sifat umum alat ukur dan hal-hal yang berkaitan dengan kesalahan dalam pengukuran.
Hal-hal yang berkaitan dengan kesalahan dalam pengukuran :
1. Ketelitian (accuracy)
2. Ketepatan (precision, repeatibility)
Ketepatan adalah Kemampuan proses pengukuran untuk menunjukkan hasil yang sama dari pengukuran yang dilakukan berulang-ulang dan identik.

Alternatif pilihan b dan c merupakan sifat umum alat ukur berturut-turut yaitu :
b. Pergeseran (shifting,drift)
c.  Kepasifan (passivity) atau kelambatan reaksi
a
8.  
Manakah dari alat ukur berikut yang memiliki tingkat ketelitian paling baik?
a. Roll meter         c.  Mistar baja
b. Meteran kain    d.   Mistar plastik
Setiap alat ukur didesain dengan tingkat ketelitian yang berbeda-beda disesuaikan dengan tingkat ketelitian yang dibutuhkan.
Roll meter, mistar plastik, dan meteran kain kemampuan baca terkecilnya adalah 1 mm. Mistar baja mempunyai ketelitian 0,5 mm. Sehingga mistar baja memiliki ketelitian yang paling baik diantara alat-alat ukur tersebut.
c
9.  
Faktor-faktor yang dapat menjadi sumber/penyebab kesalahan/penyimpangan dalam pengukuran, yang paling tepat adalah….
a. Toleransi  dan suaian dari benda kerja itu sendiri
b. Alat ukur, benda ukur, operator, dan lingkungan
c.  Dimensi, kekerasan, dan kekasaran benda ukur
d. Accuracy dan temperatur ruang ukur
Dalam kegiatan pengukuran, seringkali terdapat hal-hal yang menjadi faktor yang dapat menyebabkan kesalahan. Faktor ini dapat berasal dari berbagai sumber.
Penyebab kesalahan/penyimpangan dalam pengukuran yaitu :
1. Penyimpangan yang bersumber dari alat ukur
2. Penyimpangan yang bersumber dari benda ukur
3. Posisi pengukuran yang menimbulkan penyimpangan
4. Penyimpangan akibat pegaruh lingkungan
5. Penyimpangan yang bersumber dari si pengukur (operator)
b
10.        
Mengecek alat ukur dengan peralatan standar disebut….
a. Metrologi
b. Kalibrasi
c.  Fabrikasi
d. Kolaborasi
Sebuah alat ukur perlu diperiksa kebenaran dari penunjukkan skalanya dengan alat, cara, dan metode tertentu yang standar.
Untuk menghindari kesalahan pengukuran yang disebabkan oleh alat ukur, maka perlu dilakukan kalibrasi. Kalibrasi dilakukan dengan cara membandingkan alat ukur (skala atau harga nominalnya) dengan acuan yang dianggap lebih benar/standar.
b
11.        
Sebuah balok berpenampang segi empat, yang umumnya terbuat dari baja karbon/karbida dan biasanya digunakan untuk mengkalibrasi alat ukur disebut....
a. Blok ukur
b. Vernier caliper
c.  Limit gauge
d. Roll meter
Kalibrasi dilakukan dengan cara membandingkan alat ukur (skala atau harga nominalnya) dengan acuan yang dianggap lebih benar. Acuan tersebut memiliki spesifikasi bentuk, bahan, dan ukuran tertentu.
Untuk mengkalibrasi alat ukur biasanya digunakan blok ukur (gauge block/slip gauge) yaitu balok berpenampang segi empat, yang umumnya terbuat dari baja karbon/karbida dimana jarak antara kedua sisinya telah diketahui. Dengan menyusun bermacam-macam blok ukur dari bermacam-macam ukuran, praktis dapat dibuat ukuran panjang sebagaimana yang dikehendaki.
a
12.        
Berikut ini merupakan syarat-syarat laboratorium metrologi, kecuali….
a. Suhu ruangan 20 ° C dan kelembaban 60%
b. Cahaya mencukupi dan tidak menimbulkan bayangan
c.  Terdapat pengaruh medan magnet agar lebih presisi
d. Tersedia kaos tangan dan cairan pembersih
Untuk dapat melaksanakan pengukuran dengan baik, sebuah laboratorium metrologi harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, terutama dari keadaan lingkungan/ruangan lab dan ketersediaan perlengkapan pendukungnya.
Syarat laboratorium metrologi :
1. Suhu ruangan 20° celcius kelembaban 60%,
2. Bebas dari debu,
3. Cahaya mencukupi dan tidak menimbulkan bayangan,
4. Bebas dari kebisingan,
5. Bebas dari pengaruh medan magnet,
6. Bebas dari getaran,
7. Disediakan kaos tangan dan cairan pembersih.







c
13.        
Berikut ini merupakan langkah-langkah yang tepat untuk memelihara alat ukur secara umum, kecuali….
a. Dijaga pada suhu 20° C
b. Dijaga pada kondisi tidak terlalu lembab
c.  Dijauhkan dari getaran atau goncangan
d. Diberi cairan alkohol setelah alat ukur dipakai
Agar alat ukur dapat bekerja dengan baik dan awet, perlu dilakukan langkah-langkah pemeliharaan untuk mencegah korosi, macet, terjadi perubahan bentuk, atau kerusakan lainnya.
Beberapa cara pemeliharaan alat ukur secara umum yaitu :
1. Dijaga pada suhu 20° C supaya tidak terjadi perubahan fisik akibat meningkatnya suhu.
2. Dijaga pada kondisi tidak terlalu lembab supaya tidak berkorosi (kelembaban udara 50 : 60 %)
3. Diberi vaselin setelah alat ukur dipakai
4. Dijauhkan dari getaran, goncangan atau benturan
5. Setelah dipakai dimasukkan kembali ke kotak penyimpananya, dan untuk alat yang besar misalnya profil proyektor harus selalu ditutup dengan kain/plastik sewaktu tidak dipakai.
6. Dipakai sesuai dengan fungsinya.
7. Hindarkan dari pemakaian secara gegabah dan serampangan
8. Dipakai menurut petunjuk operasional dan keselamatan kerja yang telah ditentukan masing-masing
d
14.        
Alat ukur yang baru disimpan dengan kotak perlu dilindungi bahan lunak jenis....
a. Plastik
b. Busa
c.  Karet
d. Kain
Untuk menjaga agar alat ukur awet dan tetap berfungsi dengan baik, maka setelah digunakan harus disimpan dalam wadah khusus lengkap dengan alat pendukungnya.
Wadah/kotak untuk menyimpan alat ukur biasanya dilengkapi dengan busa untuk mengurangi efek getaran/gesekan yang dapat berakibat buruk bagi alat ukur.
b
15.        
Cairan pembersih yang paling cocok atau tepat untuk merawat alat-alat ukur presisi adalah....
a. Air hangat
b. Oli
c.  Spiritus
d. Solar
Alat ukur baik sebelum maupun sesudah digunakan perlu dibersihkan dengan cairan khusus untuk membersihkan debu atau kotoran lain yang dapat merusak alat ukur atau menyebabkan kesalahan dalam pengukuran.
Cairan yang umum dipakai untuk membersihkan alat ukur adalah spiritus. Cairan ini mampu membersihkan kotoran yang melekat pada alat ukur tanpa menyebabkan karat, aus, atau kerusakan lain pada alat ukur.
c
16.        
Setelah selesai dipakai alat ukur presisi sebelum dimasukkan dalam kotak/pelindung sensor maka perlu diberi....
a. Oli
b. Vaselin
c.  Cat
d. Pasta/cream netral
Sebelum dimasukkan dalam kotak/pelindung sensor maka perlu diberi perlakuan khusus yang salah satu tujuannya adalah untuk mencegah/menghindari terjadinya karat.
Sebelum disimpan dalam kotak, alat ukur perlu diolesi  vaselin. Pemberian vaselin dimaksudkan untuk memperlancar gerakan bagian-bagian alat ukur dan mencegah perkaratan.




b
17.        
Berikut ini merupakan jenis-jenis mistar ingsut (caliper), kecuali....
a. Mistar ingsut nonius (vernier caliper)
b. Mistar ingsut jam (dial caliper)
c.  Mistar ingsut ketinggian (height gauge)
d. Mistar ingsut blok (block gauge)
Mistar ingsut (caliper) dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan cara pembacaan (skalanya) dan fungsinya.
Beberapa jenis mistar ingsut (caliper) yang umum dipakai yaitu :
1. Mistar ingsut nonius (vernier caliper)
2. Mistar ingsut jam (dial caliper)
3. Mistar ingsut ketinggian (height gauge)
Beberapa jenis lain dari mistar ingsut (caliper) yaitu :
1. Mistar ingsut tak sebidang
2. Mistar ingsut jarak senter
3. Mistar ingsut pipa
4. Dll.
d
18.        
Rahang tetap dan rahang gerak pada mistar ingsut (caliper) berfungsi sebagai....
a. Sensor
b. Pengubah
c.  Penunjuk
d. Pencatat
Bagian alat ukur secara umum ditunjukkan oleh huruf A, B, dan C. Pada Caliper juga terdapat 3 bagian tersebut dengan nama yang khusus/spesifik.
Caliper memiliki skala linear pada batang dengan ujung yang berfungsi sebagai sensor penahan benda ukur yang dinamakan rahang tetap dan rahang geser.
a
19.        
Berikut ini merupakan tingkat ketelitian/kecermatan pada vernier caliper satuan mm, kecuali....
a. 1 mm
b. 0,1 mm
c.  0,05 mm
d. 0,02 mm
Vernier caliper dibuat dalam berbagai tingkat ketelitian/kecermatan sesuai dengan kebutuhan hasil pengukuran yang diinginkan.
Ketelitian/kecermatan pada vernier caliper satuan mm yang umum dijumpai di lapangan mulai dari yang rendah-tinggi yaitu 0,1 mm; 0,05 mm; dan 0,02 mm . Biasanya vernier caliper mempunyai kapasitas ukur sampai dengan 150 mm, sementara untuk yang jenis besar dapat mencapai 1000 mm.
a
20.        
Jenis mistar ingsut yang menggunakan jam ukur sebagai ganti skala nonius disebut....
a. Kaliber tinggi
b. Vernier caliper
c.  Dial caliper
d. Kaliber batas
Mistar ingsut (caliper) dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan cara pembacaan (skalanya) dan fungsi/kegunaannya.
Mistar ingsut jam (dial caliper) memakai jam ukur sebagai ganti skala nonius. Gerakan peluncur diubah menjadi gerakan putaran jarum penunjuk dengan perantara roda gigi pada poros jam ukur dan batang bergerigi yang dilekatkan di sepanjang batang ukur.
c
21.        
Nama lain yang sering digunakan untuk menyebut mistar ingsut ketinggian (height gauge) yang paling tepat adalah….
a. Kaliber tinggi
b. Kaliber kedataran
c.  Mistar tinggi
d. Limit  gauge


Mistar ingsut ketinggian (height gauge)  merupakan salah satu jenis mistar ingsut (caliper).
Salah satu mistar ingsut yang berfungsi sebagai pengukur ketinggian disebut sebagai mistar ingsut ketinggian atau kaliber tinggi.
a
22.        
Ketika melakukan pengukuran menggunakan mistar ingsut ketinggian (height gauge) dibutuhkan alat bantu dengan permukaan rata sebagai acuan yang disebut dengan....
a. Kaca parallel (optical parallel)
b. Kaca rata (optical flat)
c.  Blok ukur (gauge block)
d. Meja rata (surface plate)
Berbeda dengan vernier caliper yang memiliki rahang tetap dan rahang geser, alat ukur height gauge hanya dilengkapi rahang ukur yang bergerak vertikal pada batang berskala yang tegak lurus dengan landasannya.
Permukaan rahang geser yang bergerak vertikal pada height gauge dibuat sejajar dengan alas (permukaan landasan) sehingga garis ukur akan tegak lurus dengan permukaan dimana height gauge tersebut diletakkan. Oleh karena itu, pemakaian height gauge  memerlukan permukaan rata sebagai acuan, dalam hal ini bisa dipenuhi oleh sebuah meja rata (surface plate).
d
23.        
Prinsip/cara pembacaan skala pada height gauge memiliki kesamaan dengan....
a. Limit gauge            c.   Micrometer
b. Profil projector      d.   Vernier caliper
Beberapa jenis alat ukur memiliki kesamaan dalam prinsip/cara pembacaan skalanya. Hal ini dimungkinkan karena kesamaan/kemiripan bentuk, fungsi, atau bagian-bagiannya.
Cara mencari tingkat ketelitian dan pembacaan ukuran dari height gauge sama persis dengan vernier caliper. Bedanya hanyalah pada vernier caliper posisi pembacaannya cenderung horisontal (geser ke samping), sedangkan untuk height gauge posisinya vertikal (naik-turun).
d
24.        
Dibawah ini adalah jenis-jenis micrometer kecuali….
a. Micrometer luar
b. Micrometer dalam
c.  Micrometer kekasaran
d. Micrometer kedalaman
Micrometer dibuat dalam berbagai bentuk yang masing-masing mempunyai kegunaan tertentu. Secara umum ada 3 macam micrometer, sesuai dengan jenis pengukuran yang mampu dilakukannya.
Ada 3 macam micrometer yaitu :
1.   Micrometer dalam
2.   Micrometer luar
3.   Micrometer kedalaman

c
25.        

Gambar tersebut adalah gambar..
a. Micrometer dalam
b. Micrometer kedalaman
c.  Micrometer luar
d. Micrometer kekasaran
Micrometer dibuat dalam berbagai bentuk yang masing-masing mempunyai kegunaan tertentu. Secara umum ada 3 macam micrometer sesuai dengan jenis pengukuran yang mampu dilakukannya.
Gambar yang ditampilkan adalah jenis micrometer kedalaman. Micrometer ini digunakan untuk mengukur kedalaman suatu lubang atau permukaan bertingkat. Batang ukurnya dapat diganti untuk mengubah kapasitas ukur.
b
26.        
Micrometer yang digunakan untuk mengukur diameter lubang adalah…..
a. Outside micrometer
b. Inside micrometer
c.  Depth micrometer
d. Bench micrometer
Micrometer dapat dibedakan berdasarkan fungsinya. Umumnya dikenal beberapa jenis micrometer berdasarkan fungsi pemakaiannya, misalnya untuk mengukur lubang.
Jenis micrometer yang paling tepat digunakan untuk mengukur diameter lubang adalah micrometer dalam/inside micrometer. Micrometer dalam berfungsi untuk mengukur dimensi dalam, sebagai contoh diameter dalam silinder atau lubang.


b
27.        
Micrometer yang cocok digunakan untuk mengukur diameter sebuah benda kerja seperti bola adalah….
a. Micrometer kekasaran
b. Micrometer dalam
c.  Micrometer kedalaman
d. Micrometer luar
Micrometer dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembagian micrometer ini didasarkan pada jenis pengukuran yang mampu dikerjakan oleh micrometer.
Mengukur diameter bola sama dengan mengukur bagian permukaan luar benda, sehingga jenis micrometer yang paling tepat digunakan adalah micrometer luar. Sedangkan micrometer dalam berfungsi untuk mengukur dimensi dalam, misalnya diameter dalam silinder; dan micrometer kedalaman untuk mengukur kedalaman, misal kedalaman lubang pada poros.
d
28.        
Alat ukur yang prinsip kerjanya secara mekanik, dimana gerakan linear sensor diubah menjadi gerakan putaran jarum penunjuk pada piringan yang berskala dengan perantara batang bergerigi dan susunan roda gigi disebut....
a. Komparator           c.   Limit gauge
b. Dial indicator       d.   Kaliber batas
Alat ukur yang dimaksudkan dalam pertanyaan ini adalah jenis alat ukur pembanding.
Alat ukur yang mempunyai ciri khusus berdasarkan prinsip kerja tersebut adalah dial indicator.
b
29.        

Gambar di atas adalah....
a. Komparator      c.   Dial test indicator
b. Pupitas              d.   Dial indicator
Gambar tersebut merupakan salah satu jenis alat ukur pembanding.
Gambar yang disajikan tersebut adalah dial indicator.
d
30.        
Untuk mengurangi/menghindari back-lash pada jam ukur (dial indicator) digunakan....
a. Pegas spiral
b. Pegas koil
c.  Batu (jewel)
d. komparator
Back-lash atau keterlambatan gerak balik, yaitu keterlambatan bergerak sewaktu pembalikan arah/gerakan putaran. Hal ini disebabkan oleh adanya celah di antara permukaan gigi (dari roda gigi maupun batang gigi) yang berpasangan. Karena kesulitan dalam pembuatan profil gigi yang sempurna, maka tebal gigi biasanya dirancang dengan toleransi di bawah harga nominalnya. Hal ini menyebabkan terjadinya celah saat gigi-gigi tersebut dirakit sesuai jarak sumbu nominal.
Untuk mengurangi efek back-lash digunakan suatu teknik yaitu back-lash compensator yang pada jam ukur dilakukan dengan memakai roda gigi ke dua yang dikaitkan dengan pegas spiral.
a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar