Sabtu, 17 November 2012

PROSES FRAIS ( MILLING ) Materi PLPG

PROSES FRAIS ( MILLING )

A. Uraian Materi
                      Proses pemesinan frais adalah proses penyayatan benda kerja dengan alat potong dengan mata potong jamak yang berputar. Proses penyayatan dengan gigi potong yang banyak yang mengitari alat potong ini bisa menghasilkan proses pemesinan lebih cepat. Permukaan yang disayat bisa berbentuk datar, menyudut, atau melengkung. Permukaan benda kerja bisa juga berbentuk kombinasi dari beberapa bentuk. 
1. Klasifikasi proses frais
                    Proses frais dapat diklasifikasikan dalam tiga jenis. Klasifikasi ini berdasarkan jenis alat potong, arah penyayatan, dan posisi relatif alat potong terhadap benda kerja.
a. Frais Periperal ( Peripheral Milling )
                Proses frais ini disebut juga slab milling, permukaan yang difrais dihasilkan oleh gigi alat potong yang terletak pada permukaan luar badan alat potongnya. Sumbu dari putaran alat potong biasanya pada bidang yang sejajar dengan permukaan benda kerja yang disayat.

b. Frais Muka ( Face Milling )
              Pada frais muka, alat potong dipasang pada spindel yang memiliki sumbu putar tegak lurus terhadap permukaan benda kerja. Permukaan hasil proses frais dihasilkan dari hasil penyayatan oleh ujung dan selubung alat potong.

c. Frais Jari ( End Milling )
                   Alat potong pada proses frais ujung biasanya berputar pada sumbu yang tegak lurus permukaan benda kerja. Alat potong dapat digerakkan menyudut untuk menghasilkan permukaan menyudut. Gigi potong pada alat potong terletak pada selubung alat potong dan ujung badan.

2. Metode Proses Frais
                    Metode proses frais ditentukan berdasarkan arah relatif gerak makan meja mesin frais terhadap putaran alat potong. Metode proses frais ada dua yaitu frais naik dan frais turun.
a. Frais Naik ( Up Milling )
              Frais naik biasanya disebut frais konvensional ( conventional milling ). Gerak dari putaran alat potong berlawanan arah terhadap gerak makan meja mesin frais. Sebagai contoh, pada proses frais naik apabila alat potong berputar searah jarum jam, benda kerja disayat ke arah kanan. Penampang melintang bentuk beram (chips) untuk proses frais naik adalah seperti koma diawali dengan ketebalan minimal kemudian menebal. Proses frais ini sesuai untuk mesin frais konvensional/manual, karena pada mesin konvensional backlash ulir transportirnya relatif besar dan tidak dilengkapi backlash compensation
b. Frais Turun ( Down Milling )
                  Proses frais turun dinamakan juga climb milling, arah dari putaran alat potong sama dengan arah gerak makan meja mesin frais. Sebagai contoh jika alat potong berputar berlawanan arah jarum jam, benda kerja disayat kekanan. Penampang melintang bentuk beram (chips) untuk proses frais turun adalah seperti koma diawali dengan ketebalan maksimal kemudian menipis. Proses frais ini sesuai untuk mesin frais CNC, karena pada mesin CNC gerakan meja dipandu oleh ulir dari bola baja, dan dilengkapi backlash compensation. Untuk mesin frais konvensional tidak direkomendasikan melaksanakan proses frais turun, karena meja mesin frais akan tertekan dan ditarik oleh alat potong.
                    Proses pemesinan dengan mesin frais merupakan proses penyayatan benda kerja yang sangat efektif, karena alat potong frais memiliki sisi potong jamak. Apabila dibandingkan dengan pahat bubut, maka alat potong frais analog dengan beberapa buah pahat bubut. Alat potong frais dapat melakukan penyayatan berbagai bentuk benda kerja, sesuai dengan alat potong yang digunakan. Proses meratakan bidang, membuat alur lebar sampai dengan membentuk alur tipis bisa dilakukan dengan mesin frais.

3. Parameter yang dapat diatur pada mesin frais.
                     Seperti pada mesin bubut, parameter yang dimaksud adalah putaran spindel (n), gerak makan (f), dan kedalaman potong (a). Putaran spindel bisa langsung diatur dengan cara mengubah posisi handel pengatur putaran mesin. Gerak makan bisa diatur dengan cara mengatur handel gerak makan sesuai dengan tabel f yang ada di mesin. Gerak makan ini pada proses frais ada dua macam yaitu gerak makan per gigi (mm/gigi), dan gerak makan per putaran (mm/putaran). Kedalaman potong diatur dengan cara menaikkan benda kerja, atau dengan cara menurunkan alat potong. Rumus kecepatan potong sama denga pada mesin bubut :
V = 3.14.d.n/1000
V = Kecepatan potong, m/menit
d = diameter alat potong, mm
n = putaran benda kerja, putaran/menit
                 Setelah kecepatan potong diketahui, maka gerak makan harus ditentukan. gerak makan (f) adalah jarak lurus yang ditempuh alat potong dengan laju konstan relatif terhadap benda kerja dalam satuan waktu, biasanya satuan gerak makan yang digunakan adalah mm/menit.
Kedalaman potong (a) ditentukan berdasarkan selisih tebal benda kerja awal terhadap tebal benda kerja akhir. Untuk kedalaman potong yang relatif besar diperlukan perhitungan daya potong yang diperlukan untuk proses penyayatan. Apabila daya potong yang diperlukan masih lebih rendah dari daya potong yang disediakan oleh mesin (terutama motor listrik), maka kedalaman potong yang telah ditentukan bisa digunakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar