Sabtu, 17 November 2012

PROSES BUBUT MATERI PLPG AGUSTUS 2012

PROSES BUBUT ( TURNING )

A. Uraian Materi
                  Proses bubut adalah proses pemesinan untuk menghasilkan bagian - bagian mesin berbentuk silindris yang dikerjakan dengan menggunakan Mesin Bubut. Bentuk dasarnya dapat didefinisikan sebagai proses pemesinan permukaan luar benda silindris atau bubut rata :
  • Dengan benda kerja yang berputar
  • Dengan satu pahat bermata potong tunggal
  • Dengan gerakan pahat sejajar terhadap sumbu benda kerja pada jarak tertentu sehingga akan membuang permukaan luar benda kerja 
                  Proses bubut permukaan/surface turning adalah proses bubut yang identik dengan proses bubut rata, tetapi arah gerakan pemakanan tegak lurus terhadap sumbu benda kerja. Proses bubut tirus/taper turning sebenarnya identik dengan proses bubut rata hanya jalannya pahat membentuk sudut tertentu terhadap sumbu benda kerja. Demikian juga proses bubut kontur, dilakukan dengan cara memvariasi kedalaman potong sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan.
Walaupun proses bubut secara khusus menggunakan pahat bermata potong tunggal, tetapi proses bubut bermata potong jamak tetap termasuk proses bubut juga, karena pada dasarnya setiap pahat bekeerja sendiri - sendiri. Selain itu proses pengaturannya ( seting ) pahatnya tetap dilakukan satu persatu.
I. Parameter yang dapat diatur pada proses bubut.
                  Tiga parameter utama pada setiap proses bubut adalah kecepatan putar spindel ( speed ), gerak makan ( feed ) dan kedalaman potong ( depth of cut ). Faktor yang lain seperti bahan benda kerja dan jenis pahat sebenarnya juga memiliki pengaruh yang cukup besar, tetapi tiga parameter di atas adalah bagian yang bisa diatur oleh operator langsung pada mesin bubut.
Kecepatan putar selalu dihubungkan dengan spindel ( sumbu utama ) dan benda kerja. Karena kecepatan putar diekspresikan sebagai putaran per menit ( rpm ), hal ini menggambarkan kecepatan putarnya.Akan tetapi yang diutamakan dalam proses bubut adalah kecepatan potong ( cutting speed atau V ) atau kecepatan benda kerja dilalui oleh pahat/keliling benda kerja.
V = 3.14 .d.n / 1000
V = kecepatan potong, m/menit
d = diameter benda kerja, mm
n = putaran benda kerja, putaran/menit
                   Gerak makan, f (feed) adalah jarak yang ditempuh oleh pahat setiap benda kerja berputar satu kali. Gerak makan ditentukan berdasarkan kekuatan mesin, material benda kerja, material pahat, bentuk benda kerja, dan terutama kehalusan permukaan yang diinginkan.
                   Kedalaman potong adalah tebal bagian benda kerja yang dibuang dari benda kerja, atau jarak antara permukaan yang dipotong terhadap permukaan yang belum terpotong. Ketika pahat memotong sedalam a, maka diameter benda kerja akan berkurang 2a, karena bagian permukaan benda kerja yang dipotong ada di dua sisi, akibat dari benda kerja yang berputar.
                   Beberapa proses pemesinan selain prose bubut dapat dilakukan juga proses pemesinan yang lain yaitu bubut dalam ( internal turning ), proses pembuatan lubang dengan mata bor ( drilling ), proses memperbesar lubang ( boring ), pembuatan ulir ( thread cutting ), dan pembuatan alur ( grooving/parting - off). Proses tersebut dilakukan di mesin bubut dengan bantuan peralatan bantu agar proses pemesinan dapat dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar