Minggu, 25 November 2012

KARAKTERISTIK MESIN BUBUT

MESIN BUBUT

1.  PENGERTIAN

Mesin bubut adalah suatu alat yang digunakan untuk menyayat benda kerja dengan bantuan alat potong (biasanya pahat) dimana gerak utamanya berputar, dimana yang berputar adalah benda kerjanya.

2.  KARAKTERISTIK GERAKAN

Benda Kerja :
Benda Kerja bergerak berputar. Hal ini merupakan gerakan utama dalam pembubutan.

Alat :
Gerakan utama pemakanan adalah alat potong (pahat) melakukan penyayatan sepanjang benda kerja dengan gerak lurus. Jadi bagian ujung pahat yang menyayat benda kerja ialah pada sisi potongnya.

Kemungkinan Penyayatan Pahat (alat potong dapat digerakkan):

1) Sejajar dengan sumbu benda kerja → gerakan eretan memanjang.










2. Berpotongan tegak lurus dengan sumbu benda kerja → gerakan penyayatan eretan melintang.







3. Diantara kedua sumbu benda kerja → pada proses pembubutan tirus.


3.  BAGIAN-BAGIAN UTAMA MESIN BUBUT

1. Dukungan mesin; dengan dilengkapi almari alat dan tempat menampung beram bekas penyayatan.
2. Bed mesin/Landasan; landasan berbentuk profil V untuk jalannya eretan dan kepala lepas.
3. Kepala tetap (Head Stock); tempat kedudukan spindel utama, cekam untuk menjepit benda kerja.
4. Panel Listrik Motor Penggerak; tempat rangkaian kelistrikan.
5. Gear Box/ Rangkaian roda-roda gigi; untuk mengatur gerakan-gerakan otomatis arah memanjang dan melintang.
6. Eretan pembawa (Carriage); tempat kedudukan eretan memanjang, melintang, dan atas.
7. Eretan memanjang; untuk membawa eretan arah  memanjang.
8. Eretan melintang; untuk membawa eretan arah melintang.
9. Eretan atas; untuk proses pembuatan tirus dan sebagai tempat kedudukan toolpost.
10.Kepala lepas (Tail Stock); sebagai penopang benda kerja dan pemegang mata bor pada proses pengeboran.

(lihat gambar di bawah ini).
4.  PENGENDALI

1.    Tuas pemindah roda gigi → pembalik arah.
2.    Tuas untuk memilih kecepatan putar spidel.
3.    Saklar utama mesin.
4.    Saklar kecepatan putar motor (terdiri dari switch 1 dan switch 2).
5.    Tombol untuk merubah kecepatan pemakanan dan penguliran.
6.    Kopling penggerak ulir trasportir.
7.    Friction clutch.
8.    Handel pemutar eretan melintang.
9.    Handel pemutar eretan memanjang.
10.  Tuas penggerak untuk proses ulir.
11.  Tuas penggerak untuk penyayatan otomatis memanjang dan melintang.
12.  Handel penggerak spindel kepala lepas.
13.  Tuas pengunci kepala lepas.
14.  Tuas pengunci spindel kepala lepas.
15.  Handel penggerak eretan atas.

(lihat gambar di bawah)
 
GERAKAN UTAMA

A. GERAKAN BERPUTAR (Gerak Putar)
Putaran spindle clutch dan penjepit benda kerja adalah gerakan utama.
1. Gerakan utama ialah gerak putar benda kerja yang dipasang pada cekam.

B. GERAK LURUS (Gerakan Pengaturan dari alat potong)
2. Eretan memanjang
2.1. Bergerak pada bed mesin/ searah dengan bed mesin
2.2. Digerakkan secara manual/dengan tangan atau secara otomatis.
3. Eretan melintang
3.1. Bergerak melintang dengan eretan memanjang
3.2. Dapat digerakkan secara manual maupun otomatis
4. Eretan Atas
4.1. Dapat diputar dan digerakkan ke arah menyudut sesuai dengan sudut yang dikehendaki.
4.2. Digerakkan/dirubah dengan tangan dengan cara mengendorkan kedua baut terlebih dahulu.

C. GERAKAN LURUS KEPALA LEPAS
5. Gerakan kepala lepas pada bed berbentuk V, hanya dapat digerakkan dengan tangan.
6. Kepala lepas dapat diatur dan dirubah dengan cara mengatur baut pengatur ke arah melintang sumbu spindle, terutama untuk membubut tirus; dioperasikan dengan tangan.
7. Gerakan spindel kepala lepas untuk (menahan) benda kerja pada saat proses pembubutan, dioperasikan dengan tangan.

(lihat gambar di bawah)

MOTOR PENGGERAK SPINDEL UTAMA

Spindel utama digerakkan oleh motor 4 langkah (2 kecepatan langkah searah jarum jam, 2 langkah berlawanan arah jarum jam) melalui sabuk (belt) dan rangkaian roda gigi.


MEMUTARKAN MOTOR
(BERSAMA DENGAN PUTARAN MOTOR SPINDEL UTAMA BERPUTAR)

1. SWITCH UTAMA DAN TOMBOL DARURAT (POS A)

Switch utama/ saklar utama dan tombol darurat dipasang digabungkan pada low-volt-release.
Saklar utama dapat bekerja jika ada tegangan.
Alasan untuk hal tersebut ialah: untuk masalah keamanan.
Ini dapat terjadi ketika terjadi pemutusan arus, yang mana mesin berhenti. Jika diberi tegangan maka mesin hidup dan dapat mengejutkan operator, sehingga menyebabkan kecelakaan.


2. PENGOPERASIAN SAKLAR MOTOR (POS B)

2.1.Putar kekanan – spindel berputar berlawanan arah jarum jam (2 kecepatan)
2.2.Putar ke kiri – spindel berputar searah jarum jam (2 kecepatan).
KECEPATAN PUTAR SPINDEL (n)

Angka-angka yang tercantum pada tabel kecepatan adalah putaran spindel utama.
Suatu gerak putar dengan sistem dalam putaran per menit, dengan simbol internasional “n”.
Hal ini disingkat dengan “Rpm” atau
Contoh:
n = 55 Rpm, atau n = 55 ( ) berarti bahwa spindel berputar 55 kali tiap menit; jadi kurang lebih 1 putaran per detik.

Coba bayangkan kecepatan ini dengan tanganmu.
-  Dengan cara membuat gerakan melingkar di udara.

Dengan 600 Rpm, spindel bergerak 600 kali putaran per menit; ini sama dengan 10 putaran per detik.

Sekarang coba bayangkan kecepatan itu dengan tanganmu! Jika kamu dapat menerimanya, kamu tentu sangat ahli/paham.

BAGAIMANA KAMU DAPAT MERUBAH/MENGGANTI KECEPATAN PUTAR SPINDEL?

Tabel kecepatan putar dipasang pada bagian muka dari kepala mesin, menunjukkan posisi kecepatan dari kecepatan motor penggerak dan tuas pengubah kecepatan.

Contoh: Putaran yang digunakan 1100 Rpm.
1. Putar tuas bagian kanan ke kanan
2. Arahkan switch motor ke posisi I 

BAGAIMANA KECEPATAN SPINDEL DIRUBAH?

Dengan memutar tuas, maka perbandingan roda gigi dan rangkaiannya pada kepala tetap sudah berubah.

PERHATIAN: Jangan memindah tuas/kecepatan spindel ketika mesin berputar.
           Roda gigi yang kepresisiannya tinggi akan rusak (berbunyi)


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar