Jumat, 30 November 2012

CARA MENGHITUNG TEBAL PEMAKANAN DAN MEMBUAT LUBANG CENTER PADA PROSES BUBUT


MEKANISME PENGUBAH KUADRAN UNIVERSAL RODA-RODA GIGI
GEARBOX RODA GIGI



FUNGSI DARI MEKANIK PENGUBAH

Dengan menggunakan tuas A, Putaran langsung dari poros ulir dan poros kecepatan pemakanan diganti.
Dengan memutar tuas A, gigi 3 bergerak secara aksial dan dapat dihubungkan ke gigi 2 atau 1 atau dapat keposisi netral.

Gambar ilustrasi adalah posisi netral dari tuas A : gigi 1 menggerakkan gigi 2. Gigi 3, yang mana digerakkan dengan mengoperasikan tuas, sehingga tidak tidak menghubungkan gigi 2 atau 1. Maka tidak ada gerakan transmisi keporos ulir dan poros kecepatan pemakanan.

Perhatian
Jika otomatis pemakanan tidak digunakan, tuas A tempatkan pada posisi netral untuk mencegah pemakaian yang tidak diperlukan.



PEMAKANAN

Pemakanan adalah gerakan dari pahat bubut sepanjang benda kerja.

ADA DUA MACAM PEMAKANAN

1.Gerakan Pemakanan memanjang: untuk membubut arah memanjang.
2. Pemakanan melintang; untuk pembubutan melintang, melintang terhadap poros mesin, misalnya saat membubut permukaan/penampang benda kerja.

UKURAN TEBAL PEMAKANAN/FEED RATE (S)

S: merupakan simbul untuk tebal pemakanan / tatal

Tebal pemakanan adalah gerakan dari pahat (dalam mm) untuk satu kali putaran benda kerja.
(spindel utama).


Suatu benda kerja sebisa mungkin diproduksi secara ekonomi. Seperti kecepatan maksimal dari putaran spindel adalah terbatas (diameter benda kerja, suhu dari pahat), karena setel pemakanan untuk hasil yang se ekonomis mungkin.


TEBAL PENYAYATAN

Pemakanan kasar/tebal:
  • untuk pengasaran
  •  untuk sejumlah besar dari bahan yang dikerjakan dalam waktu yang pendek
  •  jika kwalitas pemakanan tidak begitu diperlukan
Pemakanan halus/tipis:permukaan halus diperlukan pada pemotongan akhir (finishing) 

Sistem Pencekaman Pahat


Pemasangan pahat yang ideal pada mesin bubut ialah:
  • Mata potong setinggi meter
  • Jarak mata potong pahat ke toolpost lebih kurang 1 1/3 x lebar pahat
Seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah.
1) Apabila mata pahat di atas garis sumbu (gb.a) maka kemungkinan tidak terjadi penyayatan tetapi hanya gesekan karena yang berhubungan dengan kedua benda kerja justru bagian bawah mata potong.
2) Apabila mata pahat di bawah garis sumbu (gb.b) maka beban pahat menjadi lebih berat sehingga pahat (mata pahat) akan patah.
3) Apabila pemasangan pahat terlalu panjang (gb.c) maka beban pahat akan menjadi lebih besar dan terjadi pembengkokan (gb.d) sehingga pahat bisa patah.

Membuat Lubang Senter

Bentuk lubang senter
             Lubang Center                Center Drill
 
Untuk benda yang panjang pada kedua ujung harus dibuat lubang senter untuk penopang/menahan pada saat proses pembubutan.
Putaran mesin saat proses membuat lubang senter minimal 1000 rpm, jika mengacu pada perhitungan putaran pada materi di depan maka putarannya yaitu:
Jenis senter drill HSS, d = 3 mm. Bahan ST 37, besi lunak, maka kecepatan potong bahan antara 20-25 m/menit.
 
Jika putaran terlalu rendah maka beban mata potong senter drill menjadi lebih besar, sehingga mengakibatkan patah.

Spindel


Pada mesin bubut EMCO pembacaan spindel eretan melintang untuk tiap divisi/strip sama dengan berkurang diameter benda kerja. Jadi jarak yang ditempuh pahat setengah dari jarak tempuh/gerakan spindel mesin.
Misalnya:
Spindel kita gerakkan/diputar dari skala 0 sampai 1, berarti diameter benda kerja berkurang 1 mm, maka pahat bergerak sejauh 0,5 mm.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar